Kipin adalah startup edutech intelligent yang memiliki tujuan untuk memberikan solusi pada setiap permasalahan sekolah dan pendidikan di Indonesia, dengan membangun sebuah ekosistem berkelanjutan yang memanfaatkan teknologi.
Bisnis awalnya dimulai dari buku digital yang berfokus pada teknologi mobile aplikasi, kemudian dilanjutkan dengan kehadiran beberapa software lain seperti:
Berdiri sejak 15 Juli 2013, saat ini Kipin School sudah digunakan oleh ribuan sekolah, 300 ribu guru, dan melayani jutaan siswa dari 22 provinsi di Indonesia. Kipin mengklaim peningkatan penjualan 500% ke sekolah dibandingkan dengan tahun 2022, dan memproyeksikan akan terus berkembang pesat, adapun Kipin menargetkan ada 50 ribu sekolah yang akan bergabung, selain itu jumlah siswa pengguna akan menembus angka minimal 10 juta dalam lima tahun ke depan.
Berbeda dengan para startup edtech B2C yang sebelumnya menjadi primadona bagi para investor, Kipin edtech menemukan jalannya sendiri. Dengan melihat Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dan jumlah siswa ke 4 terbesar di dunia, Kipin memahami kesulitan dan masalah internet yang tak kunjung selesai untuk sektor pendidikan yang sedang bertransformasi ke digital.
Melansir media Kompas 17 Jan 2023 mengatakan “Survei Kemdikbud terhadap guru selama PJJ menunjukan 69% guru terkendala jaringan atau kuota.” ini jelas bahwa sektor pendidikan membutuhkan solusi pendidikan digital mandiri offline untuk sekarang dan 10 tahun kedepan, dengan budget pemerintah pemerintah yang terus meningkat dan mencapai Rp. 612T pada tahun 2023 maka sektor B2G edtech bisa bertahan, karena ini adalah sektor yang riil dan semua sekolah sangat memerlukan sistem pembelajaran digital offline yang mandiri, yaitu Kipin Classroom.
Sektor edtech khususnya di B2G sangat besar karena anggarannya sudah pasti, pemainnya sedikit, margin di sektor ini juga cukup baik, dan ini sangat menjanjikan bagi investor.
Hal ini terbukti dengan pendapatan Kipin edtech yang berhasil meningkat lima kali lipat sejak 2022. Bisa dibilang, ketika pandemi selesai dan sekolah buka kembali, penjualan produk startup Kipin lebih sukses, lebih diminati, dan lebih diperlukan oleh sekolah-sekolah.
Sebagai perusahaan lokal yang terus berkembang pesat, Kipin memiliki visi untuk membawa perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (IPO) dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Sehingga saat ini Kipin sedang fokus berkembang agar menjadi perusahaan yang solid.
Meski terbilang berhasil dalam mengambil pasar sekolah, penetrasi digital literasi yang masih kurang pada guru di Indonesia menjadi salah satu hambatan yang cukup signifikan untuk Kipin. Namun sejak covid-19 semua siswa, guru, dan sekolah terpaksa untuk mengikuti kemajuan teknologi pendidikan dan bertransformasi ke digital maka secara pelan namun pasti kedepannya hambatan ini akan berubah menjadi kesempatan yang positif untuk Kipin edtech.
Misi Kipin adalah menjembatani kesenjangan digital dan memenuhi kebutuhan sekolah digital secara merata untuk 250 ribu sekolah dan 60 juta siswa Indonesia. Kipin membangun teknologi yang terjangkau dan platform sekolah digital yang inklusif. Ayo bergabung dalam sektor pendidikan anak agar memberikan dampak yang maksimal untuk Indonesia.
Sesuai kurikulum Kemendikbud Ristek seluruh jenjang pendidikan.
(Bisa menambahkan data sendiri, dokumen dan video)
Support AKM, beragam jenis soal dan model ujian.
Tidak bergantung dengan internet untuk melaksanakan pembelajaran, merupakan solusi mutlak mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia. Kipin menyediakan solusi baik online dan offline untuk sekolah
Terdiri dari 5000+ Buku, 2000+ Video, 50.000+ Latihan Soal, dan 500+ Komik Literasi Pendidikan yang menunjang Gerakan Literasi Siswa.
Memungkinkan pengguna beraktifitas dengan leluasa di dalam aplikasi Kipin, tanpa menghabiskan banyak peralatan menulis.
Seluruh konten dalam Kipin cukup diunduh satu kali oleh pengguna (tanpa internet), untuk selanjutnya bisa diakses kembali tanpa internet, kapanpun dan dimanapun.
Tidak hanya menikmati konten yang sudah disediakan Kipin.
Inovasi Smart IoT (Internet of Things) berupa akses poin, sebuah hardware dengan desain kecil dan ringan sebagai perpustakaan digital tanpa internet.
Solusi sekolah dapat mengadakan dan mendukung pembelajaran berbasis digital: memberikan solusi pelaksanaan asesmen hingga 1500 siswa tanpa butuh internet.
Merupakan paket digitalisasi sekolah online mulai konten pembelajaran lengkap, server perpustakaan, hingga software asesmen secara online